COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Masyarakat Tionghoa Palembang
Historical study on genealogy and life style of Chinese community in Palembang, Indonesia; research report.
LPDB dan kemiskinan
Economic assistance program for cooperative societies in Indonesia.
Filsafat pendidikan Islam (analisis pemikiran Prof. Dr. Syed Muhammad al-Naquib al-Attas)
Metode Perencanaan & Perancangan Arsitektur
Perancangan arsitektur merupakan proses merencanakan dan merancang bangunan, lingkungan, dan kawasan dari tidak ada menjadi ada. Arsitek harus mempunyai dasar-dasar argumentasi yang logis, benar, dan tepat. Ada banyak metode perancangan. Namun, dalam buku ini pembahasannya dibatasi dengan hanya mengembangkan salah satu sistem perencanaan dan perancangan yang diuraikan lebih mendetail dan rinci. Tahapan tersebut dibahas melalui 15 pokok permasalahan dengan sub-subdetailnya. Dengan demikian, dapat dicapai ketelitian dalam mengenal, mengerti, serta memahami permasalahan secara tepat dan akurat karena akan memengaruhi ketepatan pertimbangan yang harus diambil dan ditentukan. Untuk mahasiswa arsitektur yang akan mengambil mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur hendaknya lebih dulu memahami proses dalam buku ini dengan baik dan benar. Setiap tahapan merupakan bagian yang akan dimanfaatkan pada tahap berikutnya. Dengan demikian, tahapan pola belajar dan kerja studio hendaknya disesuaikan dengan urutan atau kronologi dalam buku ini. Untuk dosen, khususnya pengampu mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur diharapkan materi buku ini menjadi masukan yang dapat menyatukan pola pembelajaran dan pola kerja studio. Dengan demikian setiap peningkatan pendalaman materi dapat tetap berada dalam koridor searah dan tidak membingungkan mahasiswa. salam GRIYA KREASI toko buku online murah - penebar-swadaya.net
Metode Analisis dan Perancangan Sistem
Buku ini disusun salah satunya untuk menjawab tuntutan tentang perlunya panduan praktis metode analisis dan perancangan sistem. Penulis mengharapkan setelah membaca buku ini, pembaca bisa mengerti dan memahami konsep dan teknik dalam melakukan analisis dan perancangan sistem. Pada umumnya ada 2 (dua) metode pokok yang paling sering digunakan dalam pengembangan sistem yaitu metode terstruktur dan berorientasi objek. Terdapat perbedaan paradigma yang cukup signifikan diantara kedua metode tersebut baik dalam melakukan analisis maupun perancangan. Buku ini menjelaskan kedua metode tersebut, sehingga diharapkan pembaca bisa membedakan pardigma analisis dan perancangan sistem diantara kedua metode tersebut dan bisa melakukan analisis dan perancangan dengan kedua metode tersebut. Materi pada buku persembahan penerbit AbdiSistematika ini disusun secara terstruktur dimulai dari konsep hingga teknis. Untuk pemodelan berorientasi objek, penulis menggunakan Unifield Modeling Language (UML) untuk memodelan sistem. UML adalah tools yang banyak digunakan untuk medokumentasikan pemodelan berorientasi objek dan sudah terbukti kemampuannya untuk mendokumentasikan dan memodelkan sistem baik dalam skala besar, sedang maupun kecil. -Abdi Sistematika-
Prinsip-2 Perancangan Teknik
Pengaruh mulsa alang-alang (Imperata Cylindrica beaw) dan pengolahan tanah terhadap produksi tanaman kedele (Glycine Max L. Merril) pada tanah podsolik merah kuning
Pengantar ilmu sejarah
Pembelaku yang agung
Dasar-dasar ilmu tanah
Report
Rancangan percobaan
Pengembelingan tenaga dan kesedaran massa ke arah pembangunan industri Kampung dan Karyaneka
Bahagian Kemajuan Masyarakat (KEMAS) kertas bacaan latarbelakang
Peranan Jabatan Kemajuan Masyarakat secara langsung atau tidak langsung dalam proses pendidikan wanita
Dasar-dasar agrostatistika
Kisah terlarang
MODAL SOSIAL KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) DALAM PENGELOLAAN HUTAN (Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung - Provinsi Jawa Barat)
PERMINTAAN REKREASI DAN DAYA DUKUNG WISATA DI KEBUN RAYA BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
<p align="center"> <strong>RINGKASAN</strong></p> <p> <strong>Neneng Aliyah</strong>. Permintaan Rekreasi dan Daya Dukung Wisata di Kebun Raya Bogor Provinsi Jawa Barat. Dibimbing oleh <strong>Ina Lidiawati</strong> dan <strong>Abdul Rahman Rusli</strong><strong>, </strong><strong>S.Hut.,</strong><strong>M.Si</strong> </p> <p> </p> <p> Kebun Raya merupakan salah satu kawasan konservasi eksitu di mana di atas lahannya ditanami berbagai jenis tumbuhan sebagai koleksi yang bermanfaat dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan rekreasi alam. Kebun Raya disebut juga sebagai <em>kebun botani. </em>Berdasarkan keberadaannya, kebun raya mampu memberikan manfaat yang dapat diukur (<em>tangible)</em>, maupun manfaat yang tidak dapat diukur (<em>intangible</em>). Kebun Raya Bogor (KRB) memiliki jumlah koleksi terbanyak dibandingkan dengan kebun raya lainnya yang ada di Indonesia. Luas KRB mencapai 87 Hektare, dengan jumlah koleksi tanaman dan tumbuhan sekitar 15.000 jenis. Terletak pada lokasi yang strategis dan mudah dijangkau (pusat kota), KRB mampu memberikan banyak manfaat sekaligus daya tarik yang memikat. Pemandangan yang segar dan udara yang sejuk, merupakan bagian dari hasil keindahan yang disajikan dari adanya KRB ini, selain sebagai tempat rekreasi dan piknik. Meningkatnya minat rekreasi ke KRB harus dapat diseimbangkan dengan kondisi fisik lingkungan wisata, agar pemanfaatan ruang dapat efektif. Berangkat dari hal tersebut, perlu adanya penelitian untuk mengetahui tingkat permintaan rekreasi dan daya dukung kawasan terhadap adanya kegiatan wisata di kawasan KRB.</p> <p> Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui faktor-faktor permintaan rekreasi dan daya dukung wisata dari luas efektif Kebun Raya Bogor untuk kegiatan wisata dihitung dengan menggunakan rumus Daya Dukung Fisik (<em>Physical Carrying Capacity</em>/ PCC). Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai dengan Desember 2016. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara: (a) penyebaran kuesioner kepada pengunjung (b) Wawancara dengan pengelola wisata menggunakan panduan. Analisa data dilakukan melalui analisa deskriptif kualitatif.</p> <p> Pengumpulan data responden dengan menggunakan metode<em> purposive sampling,</em> melalui teknik <em>insidental sampling</em>. Penentuan jumlah <em>sample </em>dalam penelitian ini dilakukan dengan metode penghitungan rumus Slovin dengan batas toleransi kesalahan sebesar 10%. Data pengunjung yang dibutuhkan adalah data pengunjung 5 (lima) tahun terakhir. Sehingga diperoleh <em>sample</em> sejumlah 100 responden.</p> <p> Faktor- faktor yang mempengaruhi permintaan rekreasi di Kebun Raya Bogor diketahui terdiri dari 5 (lima) faktor, antara lain : (1) Pendapatan, (2) Biaya Perjalanan, (3) Waktu Luang, (4) Waktu Perjalanan, dan (5) Alternatif Tempat Wisata Lain. Daya dukung wisata secara fisik di Kebun Raya Bogor diketahui mencapai 50.834 orang/ hari dari luas efektif 83,5 hektar untuk kegiatan wisata.</p> <p> Kata Kunci : <em>Permintaan Rekreasi, Daya Dukung Wisata, Kebun Raya</em></p>