Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PERMINTAAN REKREASI DAN DAYA DUKUNG WISATA DI KEBUN RAYA BOGOR PROVINSI JAWA BARAT

2017Koleksi Perpustakaan

<p align="center"> <strong>RINGKASAN</strong></p> <p> <strong>Neneng Aliyah</strong>. Permintaan Rekreasi dan Daya Dukung Wisata di Kebun Raya Bogor Provinsi Jawa Barat. Dibimbing oleh <strong>Ina Lidiawati</strong> dan <strong>Abdul Rahman Rusli</strong><strong>, </strong><strong>S.Hut.,</strong><strong>M.Si</strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p> &nbsp;</p> <p> Kebun Raya merupakan salah satu kawasan konservasi eksitu di mana di atas lahannya ditanami berbagai jenis tumbuhan sebagai koleksi yang bermanfaat dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan rekreasi alam. Kebun Raya disebut juga sebagai <em>kebun botani. </em>Berdasarkan keberadaannya, kebun raya mampu memberikan manfaat yang dapat diukur (<em>tangible)</em>, maupun manfaat yang tidak dapat diukur (<em>intangible</em>). Kebun Raya Bogor (KRB) memiliki jumlah koleksi terbanyak dibandingkan dengan kebun raya lainnya yang ada di Indonesia. Luas KRB mencapai 87 Hektare, dengan jumlah koleksi tanaman dan tumbuhan sekitar 15.000 jenis. Terletak pada lokasi yang strategis dan mudah dijangkau (pusat kota), KRB mampu memberikan banyak manfaat sekaligus daya tarik yang memikat. Pemandangan yang segar dan udara yang sejuk, merupakan bagian dari hasil keindahan yang disajikan dari adanya KRB ini, selain sebagai tempat rekreasi dan piknik. Meningkatnya minat rekreasi ke KRB harus dapat diseimbangkan dengan kondisi fisik lingkungan wisata, agar pemanfaatan ruang dapat efektif. Berangkat dari hal tersebut, perlu adanya penelitian untuk mengetahui tingkat permintaan rekreasi dan daya dukung kawasan terhadap adanya kegiatan wisata di kawasan KRB.</p> <p> Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui faktor-faktor permintaan rekreasi dan daya dukung wisata dari luas efektif Kebun Raya Bogor untuk kegiatan wisata dihitung dengan menggunakan rumus Daya Dukung Fisik (<em>Physical Carrying Capacity</em>/ PCC). Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai dengan Desember 2016. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara: (a) penyebaran kuesioner kepada pengunjung (b) Wawancara dengan pengelola wisata menggunakan panduan. Analisa data dilakukan melalui analisa deskriptif kualitatif.</p> <p> Pengumpulan data responden dengan menggunakan metode<em> purposive sampling,</em> melalui teknik <em>insidental sampling</em>. Penentuan jumlah <em>sample </em>dalam penelitian ini dilakukan dengan metode penghitungan rumus Slovin dengan batas toleransi kesalahan sebesar 10%. Data pengunjung yang dibutuhkan adalah data pengunjung 5 (lima) tahun terakhir. Sehingga diperoleh <em>sample</em> sejumlah 100 responden.</p> <p> Faktor- faktor yang mempengaruhi permintaan rekreasi di Kebun Raya Bogor diketahui terdiri dari 5 (lima) faktor, antara lain : (1) Pendapatan, (2) Biaya Perjalanan, (3) Waktu Luang, (4) Waktu Perjalanan, dan (5) Alternatif Tempat Wisata Lain. Daya dukung wisata secara fisik di Kebun Raya Bogor diketahui mencapai 50.834 orang/ hari dari luas efektif 83,5 hektar untuk kegiatan wisata.</p> <p> Kata Kunci : <em>Permintaan Rekreasi, Daya Dukung Wisata, Kebun Raya</em></p>

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail